Strategi Perusahaan Dalam Memanfaatkan Pasar Global
LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap negara memiliki ciri khas yang berbeda-beda dalam menghasilkan suatu produk. Walaupun mereka menghasilkan produk yang sama tetapi pasti ada hal yang membedakan baik dari sisi kualitas, corak, harga maupun ciri yang membedakan lainnya. Tetapi orientasi mereka sebagai produsen sama, yaitu brorientasi profit. Mereka berusaha mendapatkan profit/keuntungan maksimal. Cara yang mereka lakukan, diantaranya dengan memasarkan produk mereka ke negara lain yang membutukan. Kedua hal tersebut mendorong terjadinya Pemasaran Internasional.
Di dalam melakukan pemasaran internasional, suatu organisasi, perusahaan atau produsen harus mengetahui konsumen dari negara pengimport tentang apa yang mereka butuhkan. Untuk memahaminya, seorang pemasar harus memahami konsep pemasaran dalam arti seluruhnya. Konsep pemasaran yaitu konsep yang berorientasi kepada kepentingan konsumen, dimana inisiatif produk berasal dari kepentingan konsumen. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kepuasan konsumen sehingga dapat menciptakan konsep jangka panjang karena jika konsumen merasa puas dalam mengkonmsumsi suatu produk maka mereka akan melakukan pengulangan pembelian, sehingga akhirnya akan terjadi komunikasi terus-menerus antara pemasar dengan konsumen.
Selain memahami konsep pemasaran, seorang pemasar juga perlu melakukan segmentasi agar produk yang dihasilkan dapat tepat sasaran. Alasan pemasar melakukan segmentasi aadalah karena adanya kebutuhan konsumen yang sangat banyak dan tidak mungkin dipenuhi oleh satu perusahaan, maka untuk mengatasinya kebutuhan-kebutuhan konsumen tersebut dikelompokkan. Setelah pasar dikelompokkan, maka tergantung kepada perusahaan untuk memilih jenis produknya.
Dengan melaksanakan konsep pemasaran dan segmentasi, pemasar mengharapakan mendapat keuntungan yang maksimal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Keinginan dari semua pemasar adalah bahwa produk yang mereka tawarkan dapat menjadi Leader Market atau paling tidak menjadi Market Challenger.
PERMASALAHAN
Dalam melakukan pemasaran internasional pemasar tidak hanya cukup memahami konsepnya saja, tetapi juga harus memikirkan tentang:
Cara memasarkan produknya agar produk yang mereka tawarkan dapat masuk ke pasar internasional dan berhasil mengusainya (menjadi Market Leader)
Kekuatan manajemen yang perlu diterapkan di dalam menghasilkan dan memasarkan produknya.
PEMBAHASAN
1. Cara Memasuki Pasar Luar Negeri
Pasar luar negeri dapat menyerap produk yang ditawarkan pemasar jika produk tersebut mampu menjawab:
Want : Keinginan Konsumen
Need : Kebutuhan Konsumen
Demand : Permintaan Konsumen
Untuk mengetahui atau memahami ketiga hal tersebut, pemasar perlu melakukan riset/penelitian karena kebutuhan konsumen di masing-masing negara berbeda.
Di dalam memasuki pasar luar negeri, ada beberapa cara yaitu:
Indirect Export (Ekspor Tidak Langsung)
Ekspor ini membutuhkan investasi yang lebih kecil; perusahaan tidak perlu membentuk departemen ekspor, tenaga penjualan di luar negeri, atau beberapa mitra dagang luar negeri. Ekspor ini juga mengandung risiko yang lebih sedikit; karena perantara pemasaran internasional membawa pengetahuan dan jasa ke dalam hubungan tersebut, penjual tadi biasanya melakukan lebih sedikit kesalahan.
Direct Export (Ekspor Langsung)
Pemasar membawa dari negara pengekspor ke negara tujuan (pengimport), dan investasi serta risikonya agak lebih besar, tetapi demikian juga potensi keuntungannya.
Global Web Strategy (Strategi Web Global)
Dengan cara ini, perusahaan-perusahaaan beradaptasi dengan situs web mereka untuk memberikan isi dan layanan khas-negara itu kepada pasar internasional paling potensial mereka, secara ideal dalam bahasa lokal.
Licencing
Pemberian lisensi (licensor) memberikan lisensi kepada perusahaan asing menggunakan proses produksi, merek dagang, paten, rahasia dagang, atau sesuatu yang berharga lainnya dengan memperoleh bayaran (fee) atau royalti .
Joint Venture
Negara pengekspor (pemasar) menanamkan modalnya di negara pengimport berdasarkan prosentase penanam modal asing/penanam modal dalam negeri. Investor asing akan bergabung dengan investor lokal untuk membentuk joint venture di mana mereka sama-sama mempunyai kepemilikan dan kendali.
Direct Invesment (investasi Langsung)
Tingkat resikonya paling tinggi, karena berhubungan dengan kelangsungan hidup perusahaan. Jika investasi ini berhasil, pemasar memperoleh profit yang maksimal. Sedangkan ketika investasi ini gagal, perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar dan perusahaaan dapat mati jika tidak berhati-hati.
Selain itu, agar produk yang ditawarkan dapat berhasil di pasar luar negeri, pemasar harus dapat memilih strategi yang tepat sesuai dengan produk yang dihasilkan.
Strategi-srategi tersebut antara lain:
Fokus
Merupakan strategi pemasaran yang memfokuskan/menitikberatkan pada suatu produk tertentu saja dengan menciptakan produk yang berkualitas, harga layak, promosi dan distribusi. Dengan pemfokusan ini diharapkan konsumen tidak bingung didalam memilih produk.
Diferensiasi Produk
Menciptakan produk yang dibedakan, berdasarkan kemasan, kualitas, warna, kualitas dengan maksud untuk menciptakan pengguna baru dan penggunaan baru. Sehingga tujuan untuk pengefektifitasan pemasaran dapat tercapai.
Efisiensi Biaya
Strategi yang dilakukan dengan mendasarkan pada biaya rendah dengan cara produksi besar-besaran (product most / large schale) guna mendapatkan biaya yang rendah sebagai akibat biaya tetap rata-rata per unit rendah, sehingga harga pokok dan harga jual menjadi rendah. Tujuan strategi ini adalah untuk menarik konsumen sebanyak mungkin.
Marketing mix
Variabel yang sangat erat hubungannya dan mempengaruhi sukses di dalam pemasaran. Variabel-variabel tersebut meliputi 4P: Product, Price, Place, dan Promotion.
Strategi-strategi tesebut diperlukan agar harga yang ditawarkan oleh pemasar adalah harga yang kompetitif dibandingkan dengan harga pemasar lain walaupun dengan kulaitas sama.
Variabel-variabel dalam Marketing Mix juga bisa dijadikan sebagai konsep yang harus dikembangkan oleh ssuatu negara di dalam melempar produknya ke pasar luar negeri.
Variabel-variabel tersebut antara lain:
Product (produk)
Adalah barang atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan atau masalahnya. Produk mencakup banyak hal, mulai dari atribut atau ciri-ciri produk seperti kandungan, rasa, warna; model, kemasan, merek, varian baru, kualitas, manfaat, dan sebagainya.
Price (harga)
Adalah pengorbanan yang dilakukan konsumen untuk mendapatkan suatu produk. Dari sisi finansial, harga tidak lain adalah uang yang dikorbankan pelanggan untuk mendapatkan suatu produk. Pada dasarnya, harga bisa murah, sama, atau lebih mahal dibanding pesaing.
Place (tempat)
Adalah lokasi di mana konsumen bisa mendapatkan produk seperti toko, supermarket, agen, atau dari penjual langsung.
Promotion (promosi)
Merupakan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan konsumen. Promosi bisa ditujukan untuk memberitahukan, membujuk konsumen untuk membeli, memengaruhi konsumen supaya menyukai produk, menancapkan merek di benak konsumen, dan sebagainya.
Contoh konkrit pada saat ini:
Produk Jepang yang berhasil masuk ke pasar Indonesia dan mencapai leader market, misalnya produk sepeda motor. Jepang menjadi negara pertama kali yang memperkenalkan sepeda motor di Indonesia dengan berbagai merek, diantaranya Honda dan Suzuki. Keberhasilan perusahaan otomotif Jepang ini karena mereka mengetahui potensi pasar Indonesia yang mayoritas masyarakatnya berpola hidup konsumtif dan komensarisme.
Selain perusahaan/pemasar Jepang memiliki segala-galanya yang berhubungan dengan proses produksi sampai pada pemasarannya. Mereka melakukan riset pasar secara intensif sebelum melempar produknya ke pasar. Mereka memilliki faktor-faktor produksi yang lengkap mulai dari modal, mesin, skil, tenaga kerja dan terutama kemajuan teknologi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain sehingga mempunyai banyak pilihan di dalam membuat suatu produk mulai dari pakaian sampai dengan otomotif. Pada posisi yang demikian biasanya pemasar Jepang akan mengambil strategi Market Leader.
Sepeda motor produksi Jepang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia karena produk tersebut dianggap sesuai dengan kebutuhan/keinginan konsumen Indonesia dan memberikan kemudahan di dalam perawatannya.
Saingan Jepang saat ini adalah Korea dan Cina. Cina menjual sepeda motor di Indonesia dengan harga yang lebih rendah dibandingkan sepeda motor buatan Jepang. Untuk mengantisipasi agar konsumen/pelanggan tidak berpindah pilihan maka Jepang memberikan alternatif dengan menjual motor yang agak murah untuk mengimbangi Cina yaitu motor Legenda, yang merupakan produk dari Honda (dengan harga Rp. 9 jutaan)
Saat ini terjadi persaingan yang cukup ketat antara Cina dan Jepang dalam upayanya untuk menarik minat konsumen Indonesia. Perbedaan yang menyolok adalah:
Cina unggul dalam harga, yaitu dengan menawarkan harga yang kompetitif.
Jepang mengutamakan kualitas, karena merupakan negara yang pertama kali melemparkan produk sepeda motor di Indonesia maka Jepang memiliki image tersendiri di hati konsumen
2. Kekuatan Manajemen Yang Harus Dimiliki Dalam Memasuki Pasar Internasional (LN)
Orientasi Etnosentris
Yaitu bahwa produk yang dipasarkan berdasarkan kekuatan pasar dalam negeri (home countries) artinya pasar luar negeri pada produk yang dibuat spesifikasinya sama dengan keinginan pasar dalam negeri. Sehingga di dalam orientasi etnosentris tidak terpengaruh oleh keinginan negara pengimport.
Contoh:
Indonesia ke luar negeri à garmen, batik, dan lain-lain
Luar negeri ke Indonesia à barang elektronik, dan lain-lain
Jadi di dalam orientasi etnosentris tidak terpengaruh oleh keinginan negara.
Orientasi Polisentris
Yaitu bahwa produk yang dijual hendaknya menyesuaikan diri dengan negara pengimport (house countries)
Contoh:
Jepang mengekspor sepeda motor ke indonesia (misalnya Yogyakarta) disesuaikan dengan keinginan dan permintaan konsumen Yogyakarta, yaitu jenis sepeda motor dengan cc yang biasa karena umumnya dipakai oleh pelajar.
Orientasi Regiosentris dan Geosentris
Sifat produk pada orientasi ini sudah mendunia, sehingga tiap-tiap negara membutuhkan produk yang sama dan dapat digunakan oleh setiap negara.
Contoh:
Spidol Board maker yang diproduksi Jerman sudah dibuktikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya negara yang melisensi produk ini karena dianggap berguna di dalam proses pendidikan dan produk ini pun dapat digunakan oleh tiap orang pada setiap negara.
Kekuatan-kekuatan manajemen tersebut harus mendasari ciri produk kita jika kita menginginkan produk yang kita buat masuk ke pasar internasional.
Yang melatarbelakangi apakah produk yang kita tawarkan home countries atau house countries adalah:
Orientasi Etnosentris
Dilihat dari kemampuan ekonomi dalam negeri (home countries)
Orientasi Polisentris
Karena house countries berbeda maka sangat jelas di faktor budaya
Misal:
Ekspor Indonesia ke Singapura dan US berbeda tetapi disesuaikan dengan keinginan/budaya maing-masing negara.
Orientasi Regiosentris dan Geosentris
Dilihat dari perbedaan dan persamaan yang riil.
Misal:
Menjual senjata, pesawat, dan lain-lain.
KESIMPULAN
Pemasaran Internasional akan terjadi jika terjadi perdangangan internasional yaitu pertukaran barang/jasa antara suatu negara atau warga negara dengan negara atau warga lain. Suatu negara melakukan perdagangan internasional karena mereka menginginkan perluasan pasar, memaksimalkan kemampuan perusahaan, tingkat permintaan dalam negeri sudah maksimal, ingin meningkatkan keuntungan dan ingin mendapatkan devisa. Untuk mencapai keinginan tersebut, produk yang ditawarkan adalah produk yang competiveness, yaitu produk yang bia bersaing dengan produk lain baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun harga.
Selain itu agar produksi yang ditawarkan dapat memasuki pasar luar negeri, seorang pemasar harus menyusun suatu perencanaan pemasaran internasional yang difokuskan dengan melihat sumber daya dan tujuan organisasi/perusahaan untuk memperoleh kesempatan dan mampu menghadapi ancaman pasar global. Perencanaannya tersebut harus melihat berbagai faktor yang mempengaruhi yaitu pengguna, kompetitor, saluran distribusi dan media.
Oleh karena itu, di dalam melakukan pemasaran internasional, pemasar harus melakukan riset/penelitian untuk mengetahui want’s, need’s, dan demand konsumen. Setelah mengetahui hal-hal tersebut pemasar baru menentukan strategi dan cara memasuki pasar luar negeri yang didasarkan pada kekuatan manajemen yang dimiliki oleh perusahaan.

Aurel, critical review mengenai Sistem Informas kok belum ada? Salam
BalasHapus